17 Juli 2010

Bukit Kelam

TJ
Bukit kelam atau Kelam Hill merupakan salah satu objek wisata bagi masyarakat sintang dan sekitarnya, bukit kelam akan ramai sekali dikunjungi jika pada hari libur atau momon-momen tertentu seperti valentin, tahun baru, lebaran, natal dan hari-hari libur lainnya yang mana didominasi oleh kaum muda.

Batu ini terdiri dari satu batu lho, dan merupakan batu terbesar ke dua didunia setelah milik Australia. jadi bukan terdiri dari banyak batu. Hebat khan.....

Bukit Kelam atau Kelam Hill menyajikan suatu pemandangan yang sangat indah, terlihat jelas ketika kita melakukan perjalanan dari Sintang menuju Kabupaten Kapuas Hulu. Dibutuhkan kurang lebih 30 menit (kalo sekarang dengan jalan yang jelek bisa memakan waktu sampai 1 jam) dari Kota Sintang. Luas areal wisata alam Bukit Kelam adalah 520 hektare. Di dalamnya banyak sekali terdapat keunikan dan kekayaan hayati. Udaranya sangat sejuk dan segar. Pokoknya, cocoklah buat rekreasi alam bagi semua kalangan.

Bila Anda berkeinginan untuk naik ke atas Bukit Kelam, sudah disediakan lho. Tapi hati-hati, tangganya dari besi, dan pengunjung harus menaiki tangga, bukan berjalan kaki seperti tangga di lereng gunung. Kalau Anda tidak kuat fisiknya, mlebih baik jangan coba deh, bisa-bisa Anda macet atau kecapean di tengah jalan, mau turun lagi terus lihat ke bawah malah ngeri… hehehe.. Selain itu, di kawasan wisata alam Bukit Kelam terdapat kolam renang dan lapangan tenis yang dapat dimanfaatkan oleh setiap wisatawan. Kalau Anda ingin bermalam di sana, jangan kuatir sebab ternyata di tempat ini pun disediakan camping ground yang cukup luas dan aman.

Sedikit petunjuk ke Bukit Kelam, Anda bisa mulai perjalanan dari Kota Pontianak, ibukota Kalimantan Barat. Dari Pontianak menuju ke Kota Sintang itu dapat di tempuh selama kurang lebih 7 sampai 8 jam, atau bisa juga kurang, bisa juga lebih lama. Tergantung jalan mana yang Anda lewati, kendaraan apa yang Anda gunakan, dan juga keadaan jalan yang dilalui. Setiap harinya ada bis umum dan bis DAMRI yang melakukan perjalanan dari Pontianak – Sintang dan sebaliknya, baik untuk perjalanan siang maupun perjalanan malam.

untuk sejarahnya sendiri, bukit kelam ini pada zaman doeloe tidak berada ditempatnya yang sekarang. kata orang dipindahkan oleh seseorang yang cukup sakti yang bernama Bujang Beji. kenapa penulis katakan "cukup" sakti bukannya "sangat" sakti? karena bujang beji tersbut rupanya tidak mencapai tujuan utamanya yaitu menutup lajur sungai kapuas, namun terperosok karena jalur yang dilewatinya merupakan rawa sehingga kakinya terbenam bersama dengan batu yang digendongnya dengan mempergunakan 7 ikat daun ilalang. perkiraan gambar dan rupanya dapat dilihat pada tugu bujang beji yang merupakan tugu pertigaan pada jalan menuju kelasm tepatnya depan SPBU akcaya 1. mau tahu alkisah sebenarnya, tanya aja ama bujang beji tersebut............... he...he... he.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan ID...