sabar-sabar-sabar dan tunggu, itu jawaban yang kami terima,terpaksa kita turun ke jalan robohkan setan yang berdiri mengangkang...
Itu adalah sepenggal lirik bongkar milik I. Fals. hal tersebutlah yang sering kita lihat akhir-akhir ini. mahasiswa yang katanya merupakan kaum terpelajar terpaksa turun ke jalan guna menekan orang-orang yang mengatas namakan rakyat.masyarakat sekarang telah menjadi sangat pintar. masyarakat sekarang dapat menilai mana yang salah dan mana yang benar, masyarakat sendiri dapat menilai mana kebijakan yang salah dan mana kebijakan atau perbuatan yang benar.
Jika kita tilik secara pria, maka kita akan mendapati banyak orang yang banci. pertama kaum yang dipersalahkan dengan kasus century, orang-orang yang tidak mengakui kesalahannya nota benenya adalah banci.orang-orang yang katanya mewakili rakyat yang duduk di kursi DPR, yang ngotot mempertahankan yang salah dengan berbagai argumen guna menyelamatkan kursi politiknya juga adalah banci.para demonstran yang turun ke jalan dan bertindak anarkis juga banci, berani saat ramai namun tidak saat sendiri. petugas yang berwenang dan melakukan tindakan pemukulan dan anarkis juga banci berlindung pada kesatuan dan atribut yang dimilikinya.
Uhhhhh... banyak benar yang banci. semua selalu berlindung pada apa yang dimilikinya, pada kursi politik, pada kumpulan temannya, pada almamaternya, pada atribut serta perlengkapan yang dimilikinya, pada satuannya dan lain sebagainya. jarang sekali kita menjumpai sosok gentlemen seperti yang diperankan difilm-film. adakah???
Jika kita melihat aksi yang terjadi di makasar, bentrok antara mahasiswa, masyarakat dan polisi maka,kita selaku penonton dari layar kaca hanya dapat tersenyum dan geram sendiri akan apa yang terjadi.... ku berpikir kalau sama-sama dipersenjatai atau sama-sama tangan kosong dan satu lawan satu pasti seru dan ramai sekali.
Negara ini memang banyak masalah namun hematnya janganlah selalu menambah masalah apalagi menyembunyikannya. Pemerintah seringkali tidak bijak sehingga kepercayaan kepada pemerintahpun berkurang. apa buktinya? dengan banyaknya orang yang turun kejalan guna menyampaikan aspirasinya, karena mereka meyakini jika tidak turun ke jalan dan menekan pejabat tau pemerintah, maka setiap kasus atau permasalahan akan menguap begitu saja bagaikan angin.
Namun, perlu diingat tidak menutup mata bahwa banyak aksi turun ke jalan diprakarsai oleh orang atau golongan tertentu guna menunjukkan powernya kepada rivalnya, makelar demo banyak yang mengamininya.\
Para mahasiswa hendaknya beranjak dari kebenaran, bukan dari ajakan seseorang dan golongan dengan iming-iming uang. aparat yang berwenang hendaknya menahan diri dan profesional akan profesinya sebagai pelindung masyarakat, karena mahasiswa juga masyarakat yang harus dilindungi bukannya dipukuli dan ditembaki.para pejabat pemerintahan yang bermasalah hendaknya tidak menutup telinga, tau diri dan intropeksi, jangan mempertahankan kebenaran yang tidak benar.politisi hendaknya menjadi wakil rakyat bukan wakil partai, golongan dan pribadi tertentu...
semoga jax...
Itu adalah sepenggal lirik bongkar milik I. Fals. hal tersebutlah yang sering kita lihat akhir-akhir ini. mahasiswa yang katanya merupakan kaum terpelajar terpaksa turun ke jalan guna menekan orang-orang yang mengatas namakan rakyat.masyarakat sekarang telah menjadi sangat pintar. masyarakat sekarang dapat menilai mana yang salah dan mana yang benar, masyarakat sendiri dapat menilai mana kebijakan yang salah dan mana kebijakan atau perbuatan yang benar.
Jika kita tilik secara pria, maka kita akan mendapati banyak orang yang banci. pertama kaum yang dipersalahkan dengan kasus century, orang-orang yang tidak mengakui kesalahannya nota benenya adalah banci.orang-orang yang katanya mewakili rakyat yang duduk di kursi DPR, yang ngotot mempertahankan yang salah dengan berbagai argumen guna menyelamatkan kursi politiknya juga adalah banci.para demonstran yang turun ke jalan dan bertindak anarkis juga banci, berani saat ramai namun tidak saat sendiri. petugas yang berwenang dan melakukan tindakan pemukulan dan anarkis juga banci berlindung pada kesatuan dan atribut yang dimilikinya.
Uhhhhh... banyak benar yang banci. semua selalu berlindung pada apa yang dimilikinya, pada kursi politik, pada kumpulan temannya, pada almamaternya, pada atribut serta perlengkapan yang dimilikinya, pada satuannya dan lain sebagainya. jarang sekali kita menjumpai sosok gentlemen seperti yang diperankan difilm-film. adakah???
Jika kita melihat aksi yang terjadi di makasar, bentrok antara mahasiswa, masyarakat dan polisi maka,kita selaku penonton dari layar kaca hanya dapat tersenyum dan geram sendiri akan apa yang terjadi.... ku berpikir kalau sama-sama dipersenjatai atau sama-sama tangan kosong dan satu lawan satu pasti seru dan ramai sekali.
Negara ini memang banyak masalah namun hematnya janganlah selalu menambah masalah apalagi menyembunyikannya. Pemerintah seringkali tidak bijak sehingga kepercayaan kepada pemerintahpun berkurang. apa buktinya? dengan banyaknya orang yang turun kejalan guna menyampaikan aspirasinya, karena mereka meyakini jika tidak turun ke jalan dan menekan pejabat tau pemerintah, maka setiap kasus atau permasalahan akan menguap begitu saja bagaikan angin.
Namun, perlu diingat tidak menutup mata bahwa banyak aksi turun ke jalan diprakarsai oleh orang atau golongan tertentu guna menunjukkan powernya kepada rivalnya, makelar demo banyak yang mengamininya.\
Para mahasiswa hendaknya beranjak dari kebenaran, bukan dari ajakan seseorang dan golongan dengan iming-iming uang. aparat yang berwenang hendaknya menahan diri dan profesional akan profesinya sebagai pelindung masyarakat, karena mahasiswa juga masyarakat yang harus dilindungi bukannya dipukuli dan ditembaki.para pejabat pemerintahan yang bermasalah hendaknya tidak menutup telinga, tau diri dan intropeksi, jangan mempertahankan kebenaran yang tidak benar.politisi hendaknya menjadi wakil rakyat bukan wakil partai, golongan dan pribadi tertentu...
semoga jax...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan ID...